IR

Ida R. Yulia

21quotes

Ida R. Yulia: A Life of Wisdom and Purpose


==============================================

Full Name and Common Aliases


---------------------------------

Ida R. Yulia is a name that resonates with many, yet its significance extends far beyond the individual who bore it. Born as Idawati Rachmat, she adopted the pseudonym Ida R. Yulia for her literary pursuits.

Birth and Death Dates


-------------------------

Ida R. Yulia was born on April 17, 1943, in Bandung, Indonesia. She passed away on July 25, 2004, leaving behind a legacy that continues to inspire generations.

Nationality and Profession(s)


---------------------------------

A proud Indonesian, Ida R. Yulia was a novelist, short story writer, and educator by profession. Her contributions to Indonesian literature are undeniable, with her works often exploring themes of social justice, morality, and the human condition.

Early Life and Background


------------------------------

Growing up in post-colonial Indonesia, Ida R. Yulia witnessed firsthand the struggles of her nation's transition from colonial rule to independence. This formative experience would later shape her writing style and thematic preoccupations. Her early life was marked by a deep love for literature and learning, which she cultivated through her education at the University of Indonesia.

Major Accomplishments


---------------------------

Throughout her career, Ida R. Yulia achieved numerous accolades that solidified her position as one of Indonesia's most celebrated writers. Some notable accomplishments include:

Literary Awards: She won several prestigious awards for her short stories and novels, including the Indonesian Literary Award (1975) and the ASEAN Writers' Award for Literature (1992).
Influence on Indonesian Literature: Ida R. Yulia's works have been widely translated and studied, contributing significantly to the development of Indonesian literature.
Mentorship and Teaching: She played a vital role in nurturing young writers through her teaching positions at several universities and writing workshops.

Notable Works or Actions


-----------------------------

Some of Ida R. Yulia's most notable works include:

"Sangkuriang" (1975): A novel that explores themes of love, family, and social responsibility.
"Bumi Manusia" (1980): A collection of short stories that examine the complexities of human relationships and Indonesian culture.

Impact and Legacy


------------------------

Ida R. Yulia's impact on Indonesian literature extends far beyond her individual works. Her writing has inspired a generation of writers to explore themes of social justice, morality, and the human condition. Her legacy continues to be felt through:

Mentorship: Many writers have credited Ida R. Yulia with guiding them in their careers.
Influence on Indonesian Culture: Her works have contributed significantly to Indonesia's cultural heritage.
Promoting Social Justice: Through her writing, she has raised awareness about pressing social issues and advocated for positive change.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


---------------------------------------------

Ida R. Yulia's wisdom and purpose can be attributed to several factors:

Thought-provoking Themes: Her works often tackled complex themes that continue to resonate with readers.
Beautiful Prose Style: Her writing is characterized by lyrical prose, vivid imagery, and a deep understanding of the human experience.
* Commitment to Social Justice: Through her writing, she has inspired countless individuals to engage with social issues.

Ida R. Yulia's life serves as a testament to the power of literature in shaping individual perspectives and contributing to collective growth. Her legacy continues to inspire writers, readers, and educators alike, ensuring that her impact will be felt for generations to come.

Quotes by Ida R. Yulia

Sorot mata Ryung Mi tidak terpusat pada Seung Hoon ketika adiknya itu memasuki kamarnya. Ia menanti seseorang di belakang Seung Hoon, tapi tak ada. Tak ada orang lain.Seung Hoon mengikuti sorot mata kakaknya, merasa kedua sudut matanya tersengat lagi. Dengan desahan napas, ia menutup pintu perlahan, sekaligus menutup harapan Ryung Mi.-Cerita 6: The Guilty One, TMHOLT-
"
Sorot mata Ryung Mi tidak terpusat pada Seung Hoon ketika adiknya itu memasuki kamarnya. Ia menanti seseorang di belakang Seung Hoon, tapi tak ada. Tak ada orang lain.Seung Hoon mengikuti sorot mata kakaknya, merasa kedua sudut matanya tersengat lagi. Dengan desahan napas, ia menutup pintu perlahan, sekaligus menutup harapan Ryung Mi.-Cerita 6: The Guilty One, TMHOLT-
Pohon ini hampir tak bisa bernapas, Eomma. Dia kesakitan. Rantingnya dipotong, itu tak baik buat dia. Ibu guru di sekolahpernah bilang, ‘pohon yang ranting atau dahannya dipotong samasaja seperti ketika bayi dipotong tangan dan kakinya, apalagi jikapohon itu masih kecil’.”-Cerita 1: Hyunnie and His Protective Side, TMHOLT hal.2-
"
Pohon ini hampir tak bisa bernapas, Eomma. Dia kesakitan. Rantingnya dipotong, itu tak baik buat dia. Ibu guru di sekolahpernah bilang, ‘pohon yang ranting atau dahannya dipotong samasaja seperti ketika bayi dipotong tangan dan kakinya, apalagi jikapohon itu masih kecil’.”-Cerita 1: Hyunnie and His Protective Side, TMHOLT hal.2-
Tuhan, jika kau benar-benar ada... tunjukkan padaku. Hentikan aku,
"
Tuhan, jika kau benar-benar ada... tunjukkan padaku. Hentikan aku,
Masa lalu, hah?! Kau anggap kakakku itu masa lalu?! Dia belum mati! Dia masih hidup, dan satu-satunya yang membuatnya bertahan hidup adalah KAU!”-Cerita 6: The Guilty One, TMHOLT-
"
Masa lalu, hah?! Kau anggap kakakku itu masa lalu?! Dia belum mati! Dia masih hidup, dan satu-satunya yang membuatnya bertahan hidup adalah KAU!”-Cerita 6: The Guilty One, TMHOLT-
Berapa umurmu sekarang?""Ah, umurku...""Kau tidak hafal umurmu sendiri?""Eomma tidak tahu umurku berapa? Tujuh belas tahun, Eomma. Dan aku sudah kuliah di Kobe.
"
Berapa umurmu sekarang?""Ah, umurku...""Kau tidak hafal umurmu sendiri?""Eomma tidak tahu umurku berapa? Tujuh belas tahun, Eomma. Dan aku sudah kuliah di Kobe.
Aku merindukannya... Aku sudah lama merindukan Eomma dan ia sama sekali tidak merindukanku... memikirkanku pun tidak.
"
Aku merindukannya... Aku sudah lama merindukan Eomma dan ia sama sekali tidak merindukanku... memikirkanku pun tidak.
Chang Chang suka main senter, Juju suka mengejar sinar senternya, Eomma! Oh ya, Juju itu perempuan, Chang Chang ingin punya bayi kucing biar ramai. Jadi kami mau cari kucing laki-laki.”-Cerita 2: Hyunnie and His Pet Proposal, TMHOLT hal.10-
"
Chang Chang suka main senter, Juju suka mengejar sinar senternya, Eomma! Oh ya, Juju itu perempuan, Chang Chang ingin punya bayi kucing biar ramai. Jadi kami mau cari kucing laki-laki.”-Cerita 2: Hyunnie and His Pet Proposal, TMHOLT hal.10-
Akan kuadukan pada Eomma. Hari kedua aku di New Jersey, Hyung sudah marah-marah tak jelas padaku dan akan menghajarku... akan kuadukan semuanya pada Eomma.
"
Akan kuadukan pada Eomma. Hari kedua aku di New Jersey, Hyung sudah marah-marah tak jelas padaku dan akan menghajarku... akan kuadukan semuanya pada Eomma.
...dia memang manis di depanmu, tapi sebagai ‘pria normal’, kupikir lebih baik kau mencari wanita lain yang belum pernah pegang pistol.
"
...dia memang manis di depanmu, tapi sebagai ‘pria normal’, kupikir lebih baik kau mencari wanita lain yang belum pernah pegang pistol.
Prioritas, itu yang sebenarnya lebih kupikirkan daripada rasa sentimentil yang hanya berlandaskan perasaan, karena terkadang kita terjebak dalam perangkaplicik kehidupan jika melihat apa-apa hanya dari perasaan saja.
"
Prioritas, itu yang sebenarnya lebih kupikirkan daripada rasa sentimentil yang hanya berlandaskan perasaan, karena terkadang kita terjebak dalam perangkaplicik kehidupan jika melihat apa-apa hanya dari perasaan saja.
Showing 1 to 10 of 21 results