RA

Robi Aulia Abdi


Full Name and Common Aliases

Robi Aulia Abdi is a Indonesian motivational speaker and author. He is commonly known as Robi Abdi.

Birth and Death Dates

Born: June 12, 1974
No record of his death date.

Nationality and Profession(s)

Abdi's nationality is Indonesian. He works primarily as a motivational speaker, but he also writes books on personal development.

Early Life and Background

Robi Abdi was born in Jakarta, Indonesia, on June 12, 1974. Not much information about his early life is available publicly. However, we do know that he developed an interest in self-improvement at a young age and began to share his insights with others through public speaking.

Major Accomplishments

Robi Abdi has written several bestselling books on personal development. He has also given numerous motivational speeches across Indonesia and internationally. His most notable accomplishment is probably his ability to inspire millions of people around the world to improve their lives through self-improvement.

Notable Works or Actions

Abdi's most famous book, "Membangun Karakter" (Building Character), became a bestseller in Indonesia. In this book, he shares practical advice on how to develop positive character traits and live a more fulfilling life. He has also written other books, including "Menggapai Mimpimu" (Reaching Your Dreams) and "Menjadi Pribadi yang Lebih Baik" (Becoming a Better Person).

Impact and Legacy

Robi Abdi's message of self-improvement and personal growth resonates with people from all walks of life. He has touched the lives of millions of people worldwide, inspiring them to become better versions of themselves.

Why They Are Widely Quoted or Remembered

Abdi is widely quoted because his messages are simple yet profound. His ability to inspire others through storytelling and practical advice has made him a beloved figure in the self-improvement community. He continues to be an influential voice in the personal development space, inspiring people to strive for excellence in their lives.

Quotes by Robi Aulia Abdi

Robi Aulia Abdi's insights on:

Even if my wings broken,and I couldn't fly anymore;I would rather to stay here,with you,or with all your wound stories,that slowly began to hurt me.
"
Even if my wings broken,and I couldn't fly anymore;I would rather to stay here,with you,or with all your wound stories,that slowly began to hurt me.
Even if my wings broken,and Iouldn't fly anymore,I would rather to stay here,with you,or with all your wound stories,that slowly began to hurt me.
"
Even if my wings broken,and Iouldn't fly anymore,I would rather to stay here,with you,or with all your wound stories,that slowly began to hurt me.
Enggak usah pacaran, kalo kelamaan nanti mudah bosan.
"
Enggak usah pacaran, kalo kelamaan nanti mudah bosan.
Kau diam, bukan berarti kau harus membiarkan mereka tenggelam dalam kebodohannya sendiri.
"
Kau diam, bukan berarti kau harus membiarkan mereka tenggelam dalam kebodohannya sendiri.
Peugah haba dumpu jeut,Asai buet bek lage yang na,Keumeung akhirat adoe tajak beut,Keumeung donya gata sikula.
"
Peugah haba dumpu jeut,Asai buet bek lage yang na,Keumeung akhirat adoe tajak beut,Keumeung donya gata sikula.
Senja tanpa jingga itu tetaplah senja,hanya saja tak ada lagi kita di dalamnya.
"
Senja tanpa jingga itu tetaplah senja,hanya saja tak ada lagi kita di dalamnya.
Seakan takada habisnya, ketidakadilan selalu datangsilih berganti di negeri sekecil ini. Berbagai macamcara dan alasan diberdayakan semaksimal mungkindengan tujuan untuk mengotak-atik hukumsupaya bisa berjalan (semau gue).
"
Seakan takada habisnya, ketidakadilan selalu datangsilih berganti di negeri sekecil ini. Berbagai macamcara dan alasan diberdayakan semaksimal mungkindengan tujuan untuk mengotak-atik hukumsupaya bisa berjalan (semau gue).
Siapa yang jujur?Siapa yang bohong?Di tempat kami,semua itu omong kosong.
"
Siapa yang jujur?Siapa yang bohong?Di tempat kami,semua itu omong kosong.
Tuhan itu bukan hanya maha asyik, tapi juga maha lainnya yang baik-baik.
"
Tuhan itu bukan hanya maha asyik, tapi juga maha lainnya yang baik-baik.
Menjadi baik semestinya tak perlu terlanjur baik, karena baik, belum tentu benar di mata publik.
"
Menjadi baik semestinya tak perlu terlanjur baik, karena baik, belum tentu benar di mata publik.
Showing 1 to 10 of 77 results