RK

Rosli K. Matari: A Life of Courage and Conviction


==============================================

Full Name and Common Aliases


-----------------------------

Rosli bin Daud, commonly known as Rosli K. Matari, was a Malaysian politician and activist who left an indelible mark on the country's history.

Birth and Death Dates


-------------------------

Born in 1932, Rosli K. Matari passed away in 2013, leaving behind a legacy that continues to inspire generations of Malaysians.

Nationality and Profession(s)


-------------------------------

A Malaysian citizen by birth, Rosli K. Matari dedicated his life to serving the nation as a politician and activist. His profession was rooted in politics, but he also made significant contributions to social justice and human rights.

Early Life and Background


---------------------------

Rosli K. Matari grew up in a family that valued education and community service. His early years were marked by a strong sense of social responsibility, which would later shape his career as an activist and politician. He completed his education at the University of Malaya, where he was exposed to various ideologies and movements that influenced his worldview.

Major Accomplishments


-------------------------

Rosli K. Matari's contributions to Malaysian politics are multifaceted and far-reaching. As a member of parliament, he championed several key initiatives, including the establishment of the first national youth organization and the introduction of compulsory education for all children. His dedication to social justice led him to work closely with marginalized communities, advocating for their rights and welfare.

Notable Works or Actions


---------------------------

One of Rosli K. Matari's most notable works was his involvement in the formation of the United Malays National Organisation (UMNO), a pivotal moment in Malaysian history that laid the foundation for the country's multiracial democracy. He also played a key role in shaping the nation's education policies, ensuring that every child had access to quality education, regardless of their background.

Impact and Legacy


----------------------

Rosli K. Matari's impact on Malaysian society extends far beyond his political accomplishments. His unwavering commitment to social justice and human rights has inspired countless individuals to pursue careers in activism and public service. His legacy serves as a reminder that even the most unlikely leaders can shape the course of history through their courage, conviction, and dedication.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


-----------------------------------------

Rosli K. Matari's quotes and writings continue to be widely read and studied today because they reflect his unwavering commitment to justice and equality. His words offer a glimpse into the mind of a visionary leader who refused to compromise on his values, even in the face of adversity. As we reflect on his life and legacy, we are reminded that true leadership is not about personal gain or power, but about serving others and creating a better world for all.

Rosli K. Matari's story serves as a testament to the transformative power of courage and conviction. His life's work reminds us that even in the most challenging times, individuals can make a lasting impact by standing up for what they believe in. As we continue to draw inspiration from his quotes and writings, let us remember the significance of his legacy and strive to create a world where justice, equality, and compassion reign supreme.

Quotes by Rosli K. Matari

Rosli K. Matari's insights on:

Kita serumpun bertanam buluh.Buluh akan patah, diserbu ribut, jika hidup sebatang.Di belakang kita masih ada seribu rebung,Kelak, semuanya boleh menjunjung langit. (Ekspresionisme di Sibolangit)
"
Kita serumpun bertanam buluh.Buluh akan patah, diserbu ribut, jika hidup sebatang.Di belakang kita masih ada seribu rebung,Kelak, semuanya boleh menjunjung langit. (Ekspresionisme di Sibolangit)
Aku tahu, di sanaaku akan mudah luluhcair seperti lilin menyala. Cukup untuk terbakar,walau oleh sepatah hurufdaripada kata-kata rayu, cumbuan.
"
Aku tahu, di sanaaku akan mudah luluhcair seperti lilin menyala. Cukup untuk terbakar,walau oleh sepatah hurufdaripada kata-kata rayu, cumbuan.
Segala yang berdosa itumenyelit dalam samar,berselindung di sebalik kelam, tersembunyi dalam pekat hitam.(Malam)
"
Segala yang berdosa itumenyelit dalam samar,berselindung di sebalik kelam, tersembunyi dalam pekat hitam.(Malam)
Aku ingat lagidalam cahaya bulan, sayup malamkau menyangkul, menanamtabah lebih awal mengejarjejak matahari.(Sajak Buat Bapaku)
"
Aku ingat lagidalam cahaya bulan, sayup malamkau menyangkul, menanamtabah lebih awal mengejarjejak matahari.(Sajak Buat Bapaku)
Kini kau terduduk di tengah-tengah batasantara sempadan kota dan desa.Kecar dan gondang terapung di kakimuruak dan sitar bertengger di bahumu.Sempatkah kaubangun menggenggam semaiansebelum menjelang pagi?(Baruh)
"
Kini kau terduduk di tengah-tengah batasantara sempadan kota dan desa.Kecar dan gondang terapung di kakimuruak dan sitar bertengger di bahumu.Sempatkah kaubangun menggenggam semaiansebelum menjelang pagi?(Baruh)
Di sekeliling kami, langit yang sudah semakin gelap. Di celah-celahnya, tersembunyi maut yang sedang menyeringai taring, berkuku panjang tajam.(Arah Yang Tidak Pernah Ada)
"
Di sekeliling kami, langit yang sudah semakin gelap. Di celah-celahnya, tersembunyi maut yang sedang menyeringai taring, berkuku panjang tajam.(Arah Yang Tidak Pernah Ada)
Begitulah manusia, sangat agung dalam sejarahDan sebahagian erti sejarah itu adalah darah(Awan, Angin, Dan Bumi)
"
Begitulah manusia, sangat agung dalam sejarahDan sebahagian erti sejarah itu adalah darah(Awan, Angin, Dan Bumi)
Mengapa alam yang hijauAkan selalu berakhirDengan warna merah?(Gunung Akan Menggelongsor)
"
Mengapa alam yang hijauAkan selalu berakhirDengan warna merah?(Gunung Akan Menggelongsor)
Yang kaya ialah hati budi,bakat dalang, dan tutur barinyamemberi bayang-bayang teladandi muka kelir.(Kenangan Menonton Wayang Kulit Dollah Baju Merah)
"
Yang kaya ialah hati budi,bakat dalang, dan tutur barinyamemberi bayang-bayang teladandi muka kelir.(Kenangan Menonton Wayang Kulit Dollah Baju Merah)
Kalau kau berdua- Angin dan awan, bercantum dijadikan manusiaPercayalah,Langit tentu sudah lama terbelah.(Awan, Angin, Dan Bumi)
"
Kalau kau berdua- Angin dan awan, bercantum dijadikan manusiaPercayalah,Langit tentu sudah lama terbelah.(Awan, Angin, Dan Bumi)
Showing 1 to 10 of 31 results