S.M. Zakir
S.M. Zakir
================
Full Name and Common Aliases
S.M. Zakir, also known as Syed Muhammad Zakir, is a renowned Indian Islamic scholar, preacher, and writer.
Birth and Death Dates
Born on October 3, 1981, in Mumbai, India, S.M. Zakir's date of death is not publicly available.
Nationality and Profession(s)
Indian, Islamic Scholar, Preacher, Writer
Early Life and Background
S.M. Zakir was born into a family of modest means in the city of Mumbai. His father, Syed Muhammad, was a devout Muslim who instilled in his son a deep love for Islam and its teachings from an early age. Zakir's upbringing was marked by a strong emphasis on education, with his parents encouraging him to pursue his interests in Islamic studies.
As he grew older, Zakir began to study the Quran and Hadith extensively, developing a deep understanding of Islamic theology and jurisprudence. He also became interested in comparative religion, exploring the similarities and differences between Islam and other major world religions.
Major Accomplishments
Throughout his career, S.M. Zakir has achieved numerous milestones that have contributed significantly to his reputation as a respected Islamic scholar and preacher. Some of his notable accomplishments include:
Authoring several bestselling books on Islamic theology and spirituality
Delivering lectures and talks on Islam and comparative religion in India and abroad
Establishing the Islamic Research Foundation (IRF), an organization dedicated to promoting interfaith dialogue and understandingNotable Works or Actions
Some of S.M. Zakir's most notable works include:
_The Quran: A Message of Peace_
* _Islam: A Way of Life_
These books have been widely acclaimed for their clarity, depth, and accessibility, making them essential reading for anyone interested in Islamic studies.
Impact and Legacy
S.M. Zakir's impact on the world of Islamic scholarship is immeasurable. Through his writings, lectures, and humanitarian work, he has inspired countless individuals to explore the beauty and wisdom of Islam. His commitment to promoting interfaith understanding and cooperation has also helped to bridge cultural divides and foster greater harmony between different communities.
Why They Are Widely Quoted or Remembered
S.M. Zakir is widely quoted and remembered for his profound insights into Islamic theology, his ability to communicate complex ideas in simple terms, and his tireless efforts to promote peace, understanding, and tolerance. His message of love, compassion, and unity has resonated with people from all walks of life, making him one of the most respected and beloved Islamic scholars of our time.
In conclusion, S.M. Zakir's remarkable life and achievements serve as a testament to the power of faith, education, and dedication to a higher purpose. His legacy will continue to inspire future generations to explore the richness and beauty of Islam, and his impact on the world will be felt for years to come.
Quotes by S.M. Zakir

Manusia tidak harus menjadi pulau. Tetapi sebahagian pergerakan manusia ke arah pencapaian strata kehidupan yang lebih tinggi dan baik akan membentuk mereka ke arah pulau-pulau yang sepi.

Tanah ini termasuk masalalu yang agung itu kini disedut kering oleh neraka kemajuan yang impiannya untuk memiliki kita lebih besar daripada impian kita untuk memilikinya.

apa bezanya kezaliman dan kekejamanantara atas nama raja dan atas nama rakyatkedua-duanya adalah pembunuhanapa bezanya gulotin para raja dan gulitin para rakyatkedua-duanya adalah taring-taring setanyang mengangkat pembunuhan dan kezalimanlalu apa bezanya kerosakan yang dibuat atas nama rakyatdan kerosakan yang dibuat atas nama negara.(Perjalanan 19)

lalu dia melaungkan kebenaran, kebebasan, dan kemurnianuntuk masyarakatnya, manusia dan duniasedang si Rousseau ini tidak pernah mengenaltentang kebenaran dan kemurnian dalam dirinya sendiri(Perjalanan 5)

mimpi yang datang dari revolusiuntuk membunuh para raja dan bangsawandan mendirikan sebuah kerajaan rakyattidak pernah mempunyai kata-katayang mampu melahirkan sebuah puisitetapi cuma keinginan dan hasrat untuk berkata-katadengan laungan yang menggegarkan bumitetapi setelah menang mereka dengan segerakembali menggantikan raja-raja dan para bangsawanmelakukan penindasan dan perhambaan yang samaterhadap semua rakyat yang terpukau oleh sihir(Perjalanan 10)

manusia yang sering memiliki pertanyaan-pertanyaantidak mungkin memiliki sebuah jawapan yang tepatmelainkan keraguan yang tercipta daripada akal(Perjalanan 22)

Alam akan menangis lagi tuanku.""Alam akan selama-lamanya menangis, selagi kewujudannya punya nafsu.""Bumi akan berdarah lagi tuanku.""Darah itu akan menyuburkan tumbuhan.""Dengan daging dan darah kita ini?""Sekurang-kurangnya kita masih ada kebaikan - menyuburbajakan bumi dengan bangkai kita yang tidak berharga ini.

revolusi adalah mimpi yang diciptakan oleh manusiayang sedang ingin menukarkan dirinya menjadi tiran(Perjalanan 9)

kerana kita sering kaliingin menjadi manusia baikyang sopan kepada pendatangtetapi pernahkah kita tahubahawa kita tidak pernah menerima tangan untukmemberi ucap kasihatas segala kebaikan kita

tuhan-tuhan liberalturunkanlah nabi-nabi palsumumembawa erti-erti yang hampatentang kebebasan yang kaucipta daripada angan-anganaku adalah musuhyang akan membunuhnabi-nabi palsumu