ZK

Zaen Kasturi

11quotes

Zaen Kasturi: A Life of Wisdom and Inspiration

Zaen Kasturi was a renowned figure whose words continue to inspire and motivate people around the world. As we delve into his life story, it becomes clear why he remains widely quoted and remembered.

Full Name and Common Aliases


Zaen Kasturi's full name is Zainuddin bin Kasturi bin Haji Omar. He was commonly known as Zaen Kasturi or Pak Zaen to his admirers.

Birth and Death Dates


Zaen Kasturi was born on March 5, 1940, in Singapore. Unfortunately, he passed away on August 29, 2006, at the age of 66.

Nationality and Profession(s)


Zaen Kasturi was a Singaporean writer, poet, and philosopher. His work spanned multiple genres, including fiction, non-fiction, poetry, and essay writing.

Early Life and Background


Growing up in post-war Singapore, Zaen Kasturi's early life was marked by hardship and resilience. He came from a humble background, with his father being a trader and his mother a homemaker. Despite the challenges they faced, his parents instilled in him a love for learning and a strong work ethic.

Zaen Kasturi began writing at an early age, influenced by the works of Malay literature and classical Arabic poetry. He was particularly drawn to the writings of Omar Khayyam, which inspired him to explore themes of spirituality, philosophy, and human existence.

Major Accomplishments


Zaen Kasturi's literary career spanned over three decades, during which he published numerous books and articles in both Malay and English languages. Some of his notable works include:

"Puisi" (Poems), a collection of poetry that showcases his mastery of the genre.
"Kisah-kisah Sejarah Melayu" (Malay Historical Stories), a compilation of historical tales that highlight the rich cultural heritage of the Malay people.

Zaen Kasturi was also an accomplished essayist, with many of his pieces appearing in prominent literary journals and magazines. His essays often explored themes of identity, culture, and social justice.

Notable Works or Actions


One of Zaen Kasturi's most notable works is his translation of Omar Khayyam's "Rubaiyat". This groundbreaking work not only introduced the Persian poet's works to a wider audience but also demonstrated Zaen Kasturi's linguistic skills and literary acumen.

Zaen Kasturi was also an advocate for Malay language and literature. He played a key role in promoting the use of Malay as a medium of instruction in schools, which helped to preserve the language and cultural heritage of the Malay community.

Impact and Legacy


Zaen Kasturi's impact on Malaysian literature and culture cannot be overstated. His work has inspired generations of writers, poets, and thinkers, who have followed in his footsteps to explore themes of identity, culture, and social justice.

His legacy extends beyond the literary world, as he played a significant role in shaping Malaysia's cultural landscape. Zaen Kasturi's advocacy for Malay language and literature helped to preserve the country's rich cultural heritage, which continues to be celebrated today.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


Zaen Kasturi is widely quoted and remembered for his thought-provoking writings, which continue to resonate with readers today. His work has been praised for its lyricism, depth, and insight into the human condition.

His words offer a glimpse into the complexities of life, encouraging readers to reflect on their own values, beliefs, and place in the world. Zaen Kasturi's legacy serves as a reminder of the power of literature to inspire, educate, and transform individuals and communities.

In conclusion, Zaen Kasturi was a true literary treasure, whose words continue to captivate and inspire readers around the world. His life story is a testament to the enduring power of literature to shape our understanding of ourselves and the world around us.

Quotes by Zaen Kasturi

tak ingin lagi kupacu kudakujika hijau padang rumput itutelah dipagar untuk lembu-lembu tercucuk hidungmembulatkan perutnya.(Gipsi)
"
tak ingin lagi kupacu kudakujika hijau padang rumput itutelah dipagar untuk lembu-lembu tercucuk hidungmembulatkan perutnya.(Gipsi)
(tak perlu berkisah tentang bunga dan tamanjika di tanganmu tersimpan sebilah belatiyang pernah mengimpikan darah -- lebih daripada bunga)(bunga dan taman)
"
(tak perlu berkisah tentang bunga dan tamanjika di tanganmu tersimpan sebilah belatiyang pernah mengimpikan darah -- lebih daripada bunga)(bunga dan taman)
kota kaca: madu paling manis hanya terkandungpada bunga-bunga beracun(Kata Sungkan Anak Kota Kaca)
"
kota kaca: madu paling manis hanya terkandungpada bunga-bunga beracun(Kata Sungkan Anak Kota Kaca)
berdua kita, di sini - lahir dari kelam yang serupadari rahim resah yang sama(Berdua Kita, di Sini)
"
berdua kita, di sini - lahir dari kelam yang serupadari rahim resah yang sama(Berdua Kita, di Sini)
kawan, kita telah sama-sama mencuba - salingmenyiku, saling menerjang tapi kita tidak berupaya jugamenjaringkan gol. kita tidak bersalah, bukan?(Sesudah Usai Hukum Narapidana)
"
kawan, kita telah sama-sama mencuba - salingmenyiku, saling menerjang tapi kita tidak berupaya jugamenjaringkan gol. kita tidak bersalah, bukan?(Sesudah Usai Hukum Narapidana)
mereka berperang demi mencipta kematianmenyerahkan kehidupan ke nafsu anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kekalahan menyerahkan kemenangan ke gonggong anjing-anjingmereka berperang demi mencipta kekhuatiranmenyerahkan ketenangan ke jantung anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kepahitan menyerahkan kemanisan ke lidah anjing-anjing(mereka berperang demi mencipta kebinatanganmenyerahkan kemanusiaan ke otak anjing-anjing)(Malam Anjing-anjing Mengintip Bangkai)
"
mereka berperang demi mencipta kematianmenyerahkan kehidupan ke nafsu anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kekalahan menyerahkan kemenangan ke gonggong anjing-anjingmereka berperang demi mencipta kekhuatiranmenyerahkan ketenangan ke jantung anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kepahitan menyerahkan kemanisan ke lidah anjing-anjing(mereka berperang demi mencipta kebinatanganmenyerahkan kemanusiaan ke otak anjing-anjing)(Malam Anjing-anjing Mengintip Bangkai)
(sudah! jangan digalinanti yang kaujumpai adalah kerandamu sendiri)(sebatas lembayung “ii”)
"
(sudah! jangan digalinanti yang kaujumpai adalah kerandamu sendiri)(sebatas lembayung “ii”)
kerana kita tak pernah pun diasuh untuk mendustakansebuah kebenaran daripada sekalian banyak kesalahan(benar atau salah adalah kita)
"
kerana kita tak pernah pun diasuh untuk mendustakansebuah kebenaran daripada sekalian banyak kesalahan(benar atau salah adalah kita)
darahku impikan satu malammalam serigala menyorok taring darahku impikan satu alam alam malaikat meniup seruling(Impi)
"
darahku impikan satu malammalam serigala menyorok taring darahku impikan satu alam alam malaikat meniup seruling(Impi)
jangan bicara di sinidiam atau tidur sajakerana suara adalah kacayang hanya mencipta luka demi luka— semata luka(kerana suara adalah kaca)
"
jangan bicara di sinidiam atau tidur sajakerana suara adalah kacayang hanya mencipta luka demi luka— semata luka(kerana suara adalah kaca)
Showing 1 to 10 of 11 results