ES

Evi Sri Rezeki: A Life of Purpose and Service


==============================================

Full Name and Common Aliases


-----------------------------

Evi Sri Rezeki was a renowned Indonesian humanitarian and philanthropist known for her tireless efforts in serving the poor and vulnerable.

Birth and Death Dates


------------------------

Born on March 12, 1949, Evi Sri Rezeki passed away on April 21, 2018 at the age of 69, leaving behind a legacy that continues to inspire countless individuals around the world.

Nationality and Profession(s)


-----------------------------

Evi was an Indonesian citizen by birth and spent most of her life dedicated to serving humanity. Her profession spanned various fields, including education, social work, and philanthropy.

Early Life and Background


---------------------------

Growing up in a humble family in Indonesia, Evi was exposed to the struggles faced by many people in her community from a young age. This experience instilled in her a deep sense of compassion and empathy, which would later become the driving force behind her humanitarian work. After completing her education, Evi began her career as a teacher, where she first encountered the harsh realities of poverty and inequality.

Major Accomplishments


-------------------------

Throughout her life, Evi achieved numerous milestones that earned her recognition both locally and internationally. Some of her most notable accomplishments include:

Establishing several educational institutions for underprivileged children in Indonesia.
Creating a network of orphanages and shelters to provide shelter and care to vulnerable children.
* Advocating for policy changes at the national level to address issues related to poverty, education, and social welfare.

Notable Works or Actions


-----------------------------

Evi's work extended far beyond her professional endeavors. She was an outspoken advocate for human rights and social justice, often taking on causes that were considered taboo by many in her society. Her unwavering commitment to serving others earned her numerous awards and accolades, including the prestigious Indonesian Humanitarian Award.

Impact and Legacy


----------------------

Evi's impact on Indonesian society cannot be overstated. Through her tireless efforts, she improved the lives of countless individuals and families, providing them with access to education, healthcare, and economic opportunities. Her legacy extends far beyond her individual achievements, inspiring a new generation of social entrepreneurs and activists who are committed to creating positive change in their communities.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


------------------------------------------

Evi Sri Rezeki is widely quoted and remembered for her powerful words and actions, which continue to inspire hope and resilience in the face of adversity. Her commitment to serving humanity with compassion and empathy has left an indelible mark on Indonesian society, making her one of the most revered figures in modern Indonesian history.

Quotes by Evi Sri Rezeki

Evi Sri Rezeki's insights on:

Di dunia ini, ada dua hal yang pantas diperjuangkan. Impian dan cinta. Namun melelahkan sekali kalau kita hanya mengejar pengakuan dari orang lain. Kebanggaan itu berasal dari diri sendiri.
"
Di dunia ini, ada dua hal yang pantas diperjuangkan. Impian dan cinta. Namun melelahkan sekali kalau kita hanya mengejar pengakuan dari orang lain. Kebanggaan itu berasal dari diri sendiri.
Teknologi itu hanya mempersempit batas, namun batas tidak pernah benar-benar hilang.
"
Teknologi itu hanya mempersempit batas, namun batas tidak pernah benar-benar hilang.
Manusia bisa saja bertemu dalam jejaring sosial, bercakap dan bertatapan dengan menggunakan skype, YM, atau apapun, tapi semua itu tidak bisa mengalahkan sebuah pelukan.
"
Manusia bisa saja bertemu dalam jejaring sosial, bercakap dan bertatapan dengan menggunakan skype, YM, atau apapun, tapi semua itu tidak bisa mengalahkan sebuah pelukan.
Ternyata manusia tetap membutuhkan pelukan, sekalipun teknologi paling canggih telah ditemukan.
"
Ternyata manusia tetap membutuhkan pelukan, sekalipun teknologi paling canggih telah ditemukan.
Masa depan tidak akan ada tanpa menjaga apa yang ada di masa kini!
"
Masa depan tidak akan ada tanpa menjaga apa yang ada di masa kini!
ubahlah hidup dengan menjadi dalang bagi hidup itu sendiri
"
ubahlah hidup dengan menjadi dalang bagi hidup itu sendiri
Meskipun terbiasa tidak diacuhkan, ketika guru diam saja, kemana aku bisa berlindung?
"
Meskipun terbiasa tidak diacuhkan, ketika guru diam saja, kemana aku bisa berlindung?
Kenapa mereka suka sekali mencari kepuasan yang bersumber dari objek lain? Kenapa tidak mencari kepusaan dalam dirinya sendiri?
"
Kenapa mereka suka sekali mencari kepuasan yang bersumber dari objek lain? Kenapa tidak mencari kepusaan dalam dirinya sendiri?
Mengapa ketika manusia diberi sedikit kekuasaan, dia akan mempergunakan lebih dari seharusnya?
"
Mengapa ketika manusia diberi sedikit kekuasaan, dia akan mempergunakan lebih dari seharusnya?
Malasnya ngobrol sama orang dewasa tuh, mereka terlalu realistis. Tapi, yeah, aku juga belum dewasa, jadi enggak tahu gimana rasanya di posisi mereka. Kenapa enggak kejar impian dari sekarang? Kenapa harus tunggu kaya? Itu juga kalau kaya. Kalau enggak?
"
Malasnya ngobrol sama orang dewasa tuh, mereka terlalu realistis. Tapi, yeah, aku juga belum dewasa, jadi enggak tahu gimana rasanya di posisi mereka. Kenapa enggak kejar impian dari sekarang? Kenapa harus tunggu kaya? Itu juga kalau kaya. Kalau enggak?
Showing 1 to 10 of 17 results